Sunday, April 12, 2009

Tentang...

Tentang HIDUP :
... Sebuah suara tak mungkin membawa lidah dan bibir yang memberinya sayap. Sendiri dia harus pergi mencari suasana. Karena Elang pun terbang melintasi surya, sendiri tanpa sarang....
... Apakah hari perpisahan juga akan menjadi hari pertemuan? Dan haruskah dikatakan bahwa akhir hariku akan merupakan fajar baru? ...

Tentang CINTA :
Apabila cinta memanggilmu, ikutilah, meski jalannya terjal berliku.
Dan apabila sayapnya merangkummu, pasrahlah, meski pedang tersembunyi di sela sayap itu mungkin melukaimu.
Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, meski ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara menghancurkan taman.

Tentang PERKAWINAN :
Salinglah mencinta, namun jangan membelenggu cinta, biarkan cinta menjadi samudra yang bergerak senantiasa, di pantai kedua jiwa.

Tentang ANAK-ANAK :
Lalu seorang ibu dengan bayi dalam dekapan berkata, Bicaralah kepada kami tentang Anak-anak. Maka jawabnya :
Anakmu bukan anakmu. Mereka putra-putri kehidupan yang rindu pada diri sendiri.
Lewat engkau mereka lahir, namun bukan dari engkau. Mereka ada padamu, tapi bukan milikmu.
Berikan mereka rumah bagi tubuhnya, tapi bukan bagi jiwanya.
Sebab jiwa mereka tinggal di rumah masa depan, yang tidak dapat engkau kunjungi meski dalam impian.
Engkau boleh menyerupai mereka, namun jangan paksa mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak berjalan ke belakang, tidak juga tenggelam di masa silam........

Tentang PEMBERIAN :
Sungguh utama memberi saat diminta, namun lebih utama memberi tanpa diminta, karena pengertian semata.

PERPISAHAN :
... Benar telah kudaki puncak-puncak perbukitan dan mengembara di kejauhan.
Bagaimana aku dapat memandangmu kecuali dari ketinggian atau kejauhan?
Bagaimana orang bisa dekat kecuali jika ia jauh?
... Kabur dan samar adalah awal dari segala hal, namun bukan kesudahannya,
Dan aku dambakan kalian mengenangku sebagai awal...
... Inilah yang kuingin agar kau kenang, saat kau mengenangku :
Bahwa apa yang tampak paling rapuh dan bingung dalam dirimu adalah yang paling kuat dan paling teguh.
... Selamat tinggal padamu dan masa muda yang kulewati bersamamu.
Baru kemarin kita berjumpa dalam impian.
Telah kau nyanyikan lagu untukku dalam kesunyianku, dan kubangun menara di angkasa dari kumpulan rindumu.
Tetapi kini tidur kita telah tiada, dan mimpi telah pergi, hari telah tinggi.
Terik siang sudah menerpa, kita sadar saat perpisahan telah tiba.
Jika dalam senja kenangan kita akan berjumpa kembali, kita akan bicara lagi bersama dan kau akan menyanyi untukku lagi, yang lebih dalam berisi.
Jika tangan kita berjumpa dalam mimpi, mari kita bangun menara baru di angkasa...


Surat-Surat Cinta Sang Nabi (Kahlil Gibran)


Thursday, April 9, 2009

hikmah dibalik cobaan...

sebenarnya apa yang kita cari di dunia ini
sebenarnya apa yang kita miliki di dunia ini

TIDAK ADA

lalu apa yang kita tangisi?
lalu apa yang kita sesali?
lalu apa yang kita perjuangkan?

sebuah nasib, takdir, atau ...

lalu apa?

SEMUANYA SEMU
SEMUANYA HANYA BAYANGAN

yang ketika cahaya hadir..
ia akan lenyap bersama terang..