Thursday, November 6, 2014
tak ingin mengeluh
Aku sepi dalam keramaian
Sendiri dalam kericuhan
Sebatang dalam tumpukan
Tak pernah dikawan dan berkawan
Aku mati dalam kehidupan
Hidup dalam mimpi
Berbahagia sekali
Menangis ribuan kali
Tak ingin kukeluhkan
Tak mungkin kubanggakan
Mungkin garis dari langit
Tak lurus digambar keindahan
Lupa mungkin Tuhan menambahkan
Bahagia yang kuimpikan
Iba dan rasa
Mendung tak hanya di langit malam
Pun lubuk hati ini
Terkadang sedih hampiri diri
Deraikan tetes air di sudut mata
Tak pernah kusesali ia
Tak pernah kukesali ia
Ia yang Engkau jadikan bagianku selamanya
Hanya jika saat hati rapuh
Hilang tenaga dan upaya
Tak mampu menahan tajamnya kata
Kumohonkan iba dan rasa untuknya
Hati tak lagi mampu berbudi
Hanya sunyi temani malam
Tak pernah meminta lebih
Bukan kata rayu terlebih mesra
Hati telah mengerti adanya
Memohon mengerti inginnya
Hanya setitik iba dan rasa
Hilangkan kerinduan dan sepi hati
Subscribe to:
Posts (Atom)