...dan jarak bukanlah sesuatu yang memisahkan kita
...dan waktu bukanlah sesuatu yang membuat kita alpa
Tapi jarak dan waktu adalah rantai sastra yang menjadikan kita
dekat dan rekat
Hujan adalah limpahan air mata manusia yang sampai
Maka tersungkurlah di antara rintiknya
Dan kita akan merasakan kenikmatannya
Seperti tetes-tetes air hujan
Hadirku tanpa kata
Untuk mencari damaimu
Untuk kau temukan kecintaanku
Antara ada dan tiada
Dalam tetes-tetes makna
Berkelit pada yang membuat rerupa
Aku tersadar bahwa aku ada karenaNya
Aku menangis tak bertepi
Tak ada pantai
Tak ada ombak dan badai
Antara ada dan tiada
Aku terlepas hanya melepas
... mencari adamu
Aku berjalan menembus malam
Mencari bayang-bayangmu
Menyusuri jejak yang menyimpan kenangan
Kekasih yang mengalpa,
Kemana cintamu pergi berlari
di mana hangat kerinduan kau sembunyikan
Aku terlalu jauh menelan pedih
Mencintaimu
Mencintaimu
Dan aku tetap mencintaimu
Meski dalam badai, aku tetap mencintaimu
Tak sekali aku berniat
Melupakan dan melesatkan
Kecintaan padamu
Kekasih yang kepadamulah segala aku serahkan
Aku pulang
Aku bertahan
Untuk cinta yang kuagungkan
taken by : anonim
Wednesday, March 25, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment